I LOVE YOU

assalamualaikum ; selamat datang diblog saya ini.... blog ini berisi berbagai hasil pemikirin saya yang mungkin masih miliki banyak kekurangan tapi saya tetap berharap blog ini bisa bermanfaat buat para pengunjung. mohon komentar ,kritik dan saran nya yea..... !!!!!! terimakasih

Rabu, 13 Juli 2011

LAGU WAJIB


RAYUAN PULAU KELAPA
Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala
Reff:
Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana
Memuja pulau
Nan indah permai
Tanah Airku
Indonesia........
PAHLAWAN TANPA TANDA JASA
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa........
INDONESIA RAYA
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya...........
PADAMU NEGERI
Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami..........
IBU KITA KARTINI
Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini
Putri jauhari
Putri yang berjasa
Se Indonesia
Ibu kita Kartini
Putri yang suci
Putri yang merdeka
Cita-citanya
Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendeka kaum ibu
Se-Indonesia
17 AGUSTUS
Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita
GUGUR BUNGA
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini plipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Reff :
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh sribu
Tanah air jaya sakti
INDONESIA PUSAKA
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa
Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya
Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi
TANAH AIRKU
Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

Rabu, 08 Juni 2011

Paskibra SMKN 5 MATARAM

Aku paskibra 0'8 aku bangga bisa menjadi anggota paskibra khususnya paskibra smkn 5 mataram,karna dari Organisasi ini aku bisa belajar banyak hal,mulai dari yang biasa sampai luar biasa.....
Persaudaraan yang erat,loyalitas dan integritas itu semua aku pelajari disni....
Jayalah S'lalu PASKIBRA SMK NEGERI 5 MATARAM


SEGAPASCA (SEPEKAN GELAR SENI OLAHRAGA CAPAS PASKIBRA)



CALON PASKIBRA KOTA MATARAM
foto ini diambil pas kegitan segapasca..
tapi cowoknya mana yea........???

                              
                                                           nach ney alumnix  :HADI (PASKIBRA 08)




 nui dia anggota capas keseluruhan ....2011
 tumben nongol thu cowok2



                                        

Minggu, 06 Maret 2011

paskhara libels -refresing (sesaot)

kegiatan refresing ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan persaudaraan diantara anggota paskhara itu sendiri maupun antara anggota dan pelatih,,,,,

disamping itu juga kegiatan  refresing ini berguna untuk memberi pemahaman kepada anggota tentang alam sesekitarnya guna menambah wawasan bagi anggota paskhara....

Senin, 24 Januari 2011

Pengalaman yang berarti dan takkan pernah terlupakan

     GPBN SMK TINGKAT NASIONAL










































YANG LAINNYA MENYUSULL ????

baca komik,download filem,download musik semua ada disini..

 Baca komik online terbaru di uploud seminggu sekaliii.....lho
lumayan buat ngisi waktu luang............
klik link dibawah ini :
\http://mangacan.blogspot.com/

Pengen download filem gratis .. caranya mudah bngetttzzzz pasti  ketagihann..
.http://cinema3satu.blogspot.com/

download musik gratiss.... biar ndak jenuh hep...!!!!!
http://www.stafaband.info/

 belajar blog

http://www.warnetroom47.co.cc/2010/05/cara-membuat-cursor-menarik-di-blog.html

http://risz-panic.blogspot.com/2010/05/pasang-cursor-animasi-pada-blog-blogger.html

Minggu, 23 Januari 2011

PENJELASAN PBB

PERATURAN BARIS BERBARIS
1. Pengertian Baris Berbaris
Suatu wujud fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya perwatakan tertentu.
2. Maksud Dan Tujuan
Maksud dari PBB dibagi dua yaitu :
1. Maksud Umum adalah suatu latihan awal membela negara dan dapat membedakan hak dan kewajiban
2. Maksud Khusus adalah menanamkan rasa disiplin, mempertebal rasa semangat kebersamaan
Tujuan dari PBB adalah :
menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu, dan secara tak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab. Menumbuhkan adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan untuk tugas pokok tersebut sampai dengan sempurna. Rasa persatuan adalah rasa senasib sepenanggungan serta adanya ikatan batin yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
Disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu yang hakikatnya tidak lain dari pada keihklasan, penyisihan/menyisihkan pilihan hati sendiri.
3. Aba - aba
1. Pengertian
Suatu perintah yang di berikan oleh seorang Komandan kepada pasukannya, untuk di laksanakan secara serentak atau berturut-turut.
2. Macam aba-aba
1. Aba-aba petunjuk
Di gunakan bila perlu untuk menegaskan maksud dari aba-aba peringatan / pelaksanaan.
2. Aba-aba peringatan
Inti perintah yang cukup jelas untuk dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
3. Aba-aba pelaksanaan
1.Ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba petunjuk / peringatan dengan serentak atau berturut-turut.
2.Aba-aba pelaksanaan yang di pakai :
1. GERAK
Untuk gerak-gerakan tanpa meninggalkan tempat menggunakan kaki atau anggota tubuh lain baik dalam berhenti maupun berjalan.
2. JALAN
Untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Catatan : Bila gerakan meninggalkan tempat itu tidak terbatas jaraknya, maka di dahului dengan aba-aba peringatan ” maju ”.
3. MULAI
Untuk pelaksanaan perintah yang harus di kerjakan berturut-turut.
4. Gerakan Perorangan Tanpa Senjata / Gerakan Dasar

1.Sikap Sempurna
1. Aba –aba : ” Siap – GERAK ”
2. Pelaksanaan :                   

  • Badan / tubuh berdiri tegap, kedua tumit rapat, kedua kaki merupakan sudut 60o

  • Lutut lurus, paha rapat, berat badan di kedua kaki..
  • Perut di tari sedikit, dada di busungkan, pundak di tarik ke belakang dan tidak di naikan..
  • Lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari tangan menggenggam tidak terpaksa, rapat di paha.
  • Ibu jari segaris dengan jahitan celana.
  • Leher lurus, dagu di tarik, mulut di tutup, gigi rapat, mata lurus ke depan, bernafas wajar.

2. Istirahat
1. Aba-aba : ” Istirahat Ditempat – GERAK ”
2. Pelaksanaan :

  • Kaki kiri di pindahkan kesamping kiri, sepanjang telapak kaki ( ± 30 cm ).
  • Kedua belah lengan dibawa ke belakang di bawah pinggangpunggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan di kepalkan dengan di lepaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk serta kedua lengangan di lemaskan.

3. Lencang Kanan / Kiri
1. Hanya dalam bentuk bersaf.
2. aba-aba : ” Lencang kana / kiri – GERAK ”
3. Pelaksanaan :

  • Mengangkat tangan kanan / kiri ke samping, jari-jari tangan kanan / kiri menggenggam, punggung tangan menghadap ke atas.
  • Bersamaan dengan ini kepala di palingkan ke kanan / kiri, kecuali penjuru kana / kiri.
  • Masing-masing meluruskan diri, hingga dapat melihat dada orang di sebelah kanan / kiri-nya.
  • Jari-jari menyentuh bahu orang yang di sebelah kanan / kirinya.

Catatan :

  • Bila bersaf tiga, saf tengah belakang, kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan, ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.
  • Penjuru saf tengah dan belakang, mengambil antara kedepan setelah lurus menurunkan tangan.
  • Pada aba-aba : ” Tegak GERAK ”, semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka kembali ke depan.

4. Setengah Lencang Kanan / Kiri
1. Aba-aba : ” Setengah Lengan Lencang Kanan – GERAK ”
2. Pelaksanaan :

  • Seperti pelaksanaan lencang kanan, tetapi tangan kanan / kiri di pinggang ( bertolak pinggang ) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri di sebelahnya.
  • Pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang dan empat jari lainnya rapat satu sama lain di sebelah depan.
  • Pada aba-aba ” Tegak Gerak ” = Seperti pada aba-aba lencang kanan.

5. Lencang Depan
1. Hanya dalam bentuk banjar.
2. Aba-aba : ” Lencang Depan - GERAK ”
3. Pelaksanaan :

  • Penjuru tetap sikap sempurna.
  • Nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan ke depan.
  • Lengan kanan lurus, tangan menggenggam, punggung tangan menghadap ke atas, mengambil jarak atau satu lengan dan di tambah dua kepal.
  • Pada aba-aba ”Tegak Gerak ”, semua dengan serentak menurunkan tangan kembali ke sikap sempurna.

6. Berhitung
1. Aba-aba : ”Hitung - MULAI ”
2. Pelaksanaan :

  • Jika bersaf,penjuru tetap melihat ke depan, saf depan memalingkan muka ke kanan.
  • Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut mulai dari penjuru menyebut nomor, sambil memalingkan muka ke depan.
  • Jika berbanjar, semua dalam keadaan sikap sempurna.
  • Pada aba-aba pelaksanaan, mulai penjuru kanan depan berturut-turut ke belakang.
  • Penyebutan nomor di ucapkan penuh.

7. Perubahan Arah
1. Hadap kanan / kiri
a. Aba-aba : ” Hadap kanan / kiri - GERAK ”
b. Pelaksanaan :

  • Kaki kanan / kiri melintang di depan kaki kanan / kiri, lekuk kaki kanan / kiri berada di ujung kaki kanan / kiri, berat badan berpindah ke kaki kanan / kiri.
  • Tumit kaki kanan / kiri dengan badan di putar ke kanan 90o.
  • Kaki kanan / kiri di rapatkan kembali seperti sikap sempurna.

2. Hadap serong kanan / kiri
a. Aba-aba : ” Hadap serong kanan / kiri - GERAK ”.
b. Pelaksanaan :

  • Kaki kanan / kiri di ajukan ke depan, sejajar dengan kaki kanan / kiri.
  • Berputar arah 45o ke kanan / kiri.
  • Kaki kanan / kiri di rapatkan kembali ke kaki kanan / kiri.

3. Balik kanan
a. Aba-aba : ” Balik kanan - GERAK ”
b. Pelaksanaan :

  • Kaki kiri di ajukan melintang ( lebih dalam dari hadap kanan ) di depan kaki kanan.
  • Tumit kaki kanan beserta badan di putar ke kanan 180o.
  • Kaki kiri di rapatkan pada kaki kanan.

8. Membuka / Menutup Barisan
1. Buka barisan
a. Aba –aba : ” Buka Barisan - JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Regu kanan dan kiri, masing-masing kembali membuat satu langkah ke samping kanan / kiri, sedangkan regu tengah tetap.

9. Bubar
1. Aba-aba : ” Bubar jalan ”
2. Pelaksanaan :

  • Memalingkan muka ke arah komandan dan memberi hormat ( sesuai PPM ).
  • Setelah di balas, kembali bersikap sempurna, balik kanan,menghitung dua hitungan dalam hati, mengayuhkan kaki kiri ke depan dengan hentakan bersamaan dengan itu lengan kanan di ayun setinggi pundak kemudian bubar.


10. Berhimpun

1. Aba-aba : ” Berkumpul - MULAI ”
2. Pelaksanaan :

  • Semua anggota datang di depan Komandan dengan berdiri bebas,dengan jarak tiga langkah
  • Bentuk mengikat, jumlah saf tidak mengikat.

11. Berkumpul
1. Berkumpul bersaf
1. Aba-aba : ” Bersaf kumpul - MULAI ”
2. Pelaksanan :

  • Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru,untuk berdiri kurang lebih 4 langkah di depannya.
  • Anggota lainnya berdiri di samping kiri penjuru dan berturut-turut meluruskan diri ( lencang kanan )
  • Penjuru melihat ke kiri, setelah lurus, memberi isyarat dengan perkataan ” Lurus ”
  • Pada isyarat ini semua anggota menurunkan tangan dan kembali bersikap sempurna
  • Bila bersenjata, sebelum meluruskan, letakan senjata di pundak kiri terlebih dahulu.

2. Berkumpul Berbanjar
a. Aba- aba : ” Berbanjar kumpul MULAI ”
b. Pelaksanaan :

  • Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru, untuk berdiri kurang lebih 4 langkah di depannya.
  • Anggota lainya berdiri di belakang penjuru dan berturut-turut meluruskan diri.
  • Anggota yang paling belakang, melihat ke depan setelah lurus memberi isyarat dengan perkataan ” Lurus ”
  • Pada isyarat ini semua anggota menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.
  • Bila bersenjata sebelum meluruskan, letakan senjata di pundak kiri terlebih dahulu.

12. Meninggalkan Barisan
1. Bila pelatih memberikan perintah kepada anggota dalam barisan

  • Terlebih dahulu anggota tersebut di panggil keluar dari barisan
  • Perintah di berikan bila anggota telah berdiri dalam sikap sempurna.
  • Yang menerima perintah harus mengulangi perintah tersebut.
  • Bila anggota yang akan minta izin
  • Mengambil sikap sempurna dahulu
  • Mengangkat tangan kanannya ke atas ( tangan di buka jari-jari dirapatkan )
  • Menyampaikan maksudnya.
  • Setelah mendapat izin, ia keluar dari barisan tanpa menunggu anggota lainnya.

a. Panjang, Tempo Dan Macam Langkah
1. Langkah dapat di bedakan sbb :
Macam Langkah Panjang Tempo

a. Langkah biasa 70 cm 96 menit
b. Langkah tegap 70 cm 96 menit
c. Langkah perlahan 40 cm 30 menit
d. Langkah ke samping 40 cm 70 menit
e. Langkah ke belakang 40 cm 70 menit
f. Langkah ke depan 60 cm 70 menit
g. Langkah di waktu lari 80 cm 165 menit
2. Panjang langkah di ukur dari tumit ke tumit


b. Maju Jalan
1. Dari sikap sempurna
a. Aba-aba : ” Maju Jalan ”
b. Pelakasanaan :

  • Kaki kiri di ayun ke depan, lutut lurus telapak kaki diangkat sejajar dengan tanah setinggi 15 cm kemudian di hentakan ke tanah dengan jarak setengah langkah, selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.
  • Langkah pertama di lakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90o lengan kiri 30o
  • Langkah-langkah selanjutnya lengan atas dan bawah di lenggangkan ke depan 45o dan ke belakang 300
  • Dilarang keras berbicara, melihat ke kanan / kiri.

c. Langkah Biasa
aba-aba "langkah biasa jalan"

  • Pada waktu berjalan kepala dan badan seperti sikap sempurna.
  • Waktu mengayunkan kaki ke depan, lutut di bengkokan sedikit ( kaki tidak di seret ).
  • Di letakan sesuai dengan jarak yang di tentukan.
  • Langkah kaki seperti jalan biasa.
  • Pertama tumit di letakan di tanah selanjutnya seluruh kaki.
  • Lengan berlenggang wajar, lurus ke depan dan belakang.
  • Jari-jari tangan menggenggam dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas.

d. Langkah Tegap
1. Dari sikap sempurna
a. Aba-aba : ” Langkah Tegap Maju JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Mulai berjalan dengan kaki kiri setengah langkah,selanjutnya seperti jalan biasa dengan cara kaki di hentakan terus menerus.
  • Telapak kaki rapat / sejajar dengan tanah, lutut lurus, kaki tidak boleh dianggat tinggi.
  • Bersamaan dengan langkah pertama, genggaman tangan di buka, hingga jari-jari lurus dan rapat.
  • Lenggang tangan ke depan 900, ke belakang 300.

2. Dari Langkah Biasa
a. Aba-aba : ” Langkah Tegap JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Di berikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah di tambah satu langkah
  • Perubahan tangan dari menggenggam ke terbuka di lakukan bersamaan dengan hentakan kaki.

3. Kembali ke langkah biasa
a. Aba-aba : ” Langkah Biasa JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Di berikan pada waktu kaki kiri / kanan jatuh di tanah di tambah satu langkah.
  • Langkah pertama di hentakan,bersamaan dengan itu tangan kembali menggenggam.


Catatan : Dalam keadaan berjalan, cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap / biasa jalan pada perubahan langkah.
e. Langkah Perlahan
1. Untuk berkabung ( mengantar jenazah ) dalam upacara kemiliteran.
a. Aba-aba : ” Langkah perlahan maju JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Kaki kiri di langkahkan ke depan, setelah kaki kiri menapak tanah di susul dengan kaki kanan di tarik ke depan dan di tahan sebentar di sebelah mata kaki kiri, kemudian di lanjutkan di tapakan di depan kaki kiri.
  • Tapak kaki pada saat melangkah ( menginjak tanah ) tidak di hentikan.

2. Berhenti dari langkah perlahan
a. Aba-aba : ” Henti GERAK ”
b. Pelaksanaan :

  • Diberikan pada waktu kaki kanan / kiri jatuh di tanah di tambah satu langkah.
  • Selanjutnya kaki kanan / kiri di rapatkan pada kaki kanan / kiri menurut irama langkah biasa dan kembali sikap sempurna.

f. Langkah Kesamping / Kebelakang / Depan
1. Aba-aba..........Langkah ke samping/Kebelakang/Kedepan – JALAN
2. Pelaksanaan :

  • Kaki kanan / kiri di langkahkan ke samping / kekanan / kedepan sepanjang / sesuai ketentuan.
  • Selanjutnya kaki kiri / kanan di rapatkan pada kaki kanan / kiri.
  • Badan tetap pada sikap sempurna, tangan tidak melenggang.
  • Hanya boleh dilakukan sebanyak – banyaknya 4 langkah.
  • Khusus untuk langkah ke depan, gerakan dilakukan dengan langkah tegap.

g. Langkah di Waktu Lari
1. Dari sikap sempurna :
a. Aba-aba : ” Langkah Maju-JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Pada aba-aba peringatan, kedua tangan di kepalkan dengan lemas di letakan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap ke luar, kedua siku sedikit ke belakang.
  • Pada aba-aba pelaksanaan, di mulai lari dengan menghentakan kaki setengah langkah dan selanjutnya lari menurut panjang langkah.

2. Dari Langkah Biasa :
a. Aba-aba : ” Lari – JALAN ”
b. Pelaksanaan :

Pada aba-aba peringatan, sama dengan di atas.

  • Pada aba-aba pelaksanaan, di berikan pada kaki kanan / kiri jatuh di tanah di tambah satu langkah.
  •   Kembali ke langkah Biasa :

a. Aba-aba : ” Langkah biasa – JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Di berikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah di tambah tiga lankah kemudian berjalan biasa, di mulai dengan kaki kiri di hentakan, bersamaan dengan itu kedua lengan di lenggangakan.

4. Berhenti dari berlari
1. Aba-aba : ” Henti – GERAK ”
2. Pelaksanaan :

  • Di berikan pada waktu kaki kanan / kiri jatuh di tanah di tambah tiga Langkah, selanjutnya kaki di rapatkan, kedua di turunkan, kembali bersikap sempurna.

h. Ganti Langkah
1. Aba-aba : ” Ganti Langkah JALAN ”
2. Pelaksanaan :

  • Gerakan dapat di lakukan pada waktu langkah biasa / tegap.
  • Di berikan pada waktu kaki kanan / kiri jatuh di tanah di tambah satu langkah.
  • Ujung kaki kanan / kiri yang sedang di belakang di rapatkan dengan tumit kaki sebelahnya.
  • Bersamaan dengan itu lenggang tangan di hentikan tanpa di rapatkan di paha.
  • Selanjutnya di sesuaikan dengan langkah baru.
  • Gerakan ini di lakukan dalam satu hitungan.

i. Jalan di Tempat
1. Dari sikap sempurna :
1. Aba-aba : ” Jalan ditempat – GERAK ”
2. Pelaksanaan :

  •   Di mulai dengan kaki kiri, lutut berganti – ganti diangkat hingga paha rata-rata.
  • Ujung kaki menuju ke bawah, tempo langkah sesuai langkah biasa.
  •  Badan tegak, pandangan lurus ke depan dan lengan di rapatkan pada badan ( tidak melenggang )

2. Dari Langkah Biasa :
1. Aba-aba : ” Jalan di tempat – Gerak ”
2. Pelaksanaan :

  • Diberikan pada waktu kaki kanan / kiri jatuh di tanah, di tambah satu langkah kemudian jalan di tempat.

3. Dari Jalan di Tempat ke Langkah Biasa :
1. Aba-aba ; ” Maju – JALAN ”
2. Pelaksanaan :

  • Di berikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah, di tambah satu langkah dan mulai berjalan dengan menghentakan kaki kiri setengah langkah ke depan.

4. Dari Jalan di Tempat ke Berhenti :
1. Aba-aba : ” Henti – GERAK ”
2. Pelaksanaan :

  • Di berikan pada waktu kaki kanan / kiri jatuh di tanah di tambah satu langkah, selanjutnya kaki kanan / kiri di rapatkan.

J. Berhenti
1. Aba-aba : ” Henti GERAK ”
2. Pelaksanaan :

  • Diberikan pada waktu kaki kanan / kiri jatuh ditanah di tambah satu langkah, selanjutnya kaki kanan / kiri dirapatkan.

K. Hormat Kanan / Kiri
1. Gerakan Hormat kanan / kiri
1. Aba-aba hormat kanan kiri – GERAK ”
2. Pelaksanaan :

  • Gerakan dilakukan pada waktu langkah tegap.
  • Di berikan pada waktu kaki kanan jatuh di tanah di tambah satu langkah
  • langkah berikutnya di hentakan.
  • Bersamaan dengan itu tangan kanan diangkat ke arah pelipis ( PPM ) kepala di palingkan dan pandangan mata di arahkan kepada yang di beri hormat sampai 450 hingga ada aba-aba ”Tegak gerak ”
  • Penjuru kanan / kiri tetap melihat kedepan untuk memelihara arah.
  • Lengan kiri tidak melenggang, rapat pada badan, pada waktu menyampaikan penghormatan.

2. Gerakan Selesai Menghormat :
1. Aba-aba : ” Tegak - GERAK ”
2. Pelaksanaan :

  • Diberikan pada waktu kaki kanan jatuh di tanah, ditambah satu langkah, langkah berikutnya di hentakan.
  • Bersamaan dengan itu lengan kanan maupun kiri kembali melenggang, pandangan kembali kedepan.

L. Perubahan Arah Dari Berhenti ke Berjalan
1. Ke Hadap Kanan / Kiri Maju Jalan :
1. Aba-aba : ” Hadap Kanan / Kiri ” Maju - JALAN ”
2. Pelaksanaan :

  • Membuat gerakan hadap kanan / kiri.
  • Pada hitungan ke tiga kaki kanan / kiri tidak dirapatkan tetapi dilangkahkan seperti gerakan maju jalan.

2. Ke Hadap Serong Kanan / Kiri Maju Jalan
1. Aba-aba : ” Hadap Serong kanan / kiri – JALAN ”
2. Pelaksanaan :

  • Membuat gerakan hadap serong kanan / kiri
  • Gerakan selanjutnya sama sepetri diatas

3. Balik Kanan Maju Jalan
1. Aba-aba : ” Balik Kanan maju – JALAN ”
2. Pelaksanaan :

  • Membuat gerakan balik Kanan
  • Gerakan selanjutnya sama seperti di atas.

4. Ke Belok Kanan / Kiri Maju Jalan :
1. Aba-aba : ” Belok kanan / kiri maju - JALAN ”
2. Pelaksanaan :

  • Penjuru merubah arah 900 ke kanan / kiri dan mulai berjalan ke arah tertentu.
  • Anggota lainnya mengikuti.

M Perubahan Arah Dari Berjalan ke Berjalan
1. Ke Hadap Kanan / Kiri Maju Jalan.
2. Ke Hadap Serong Kanan / Kiri Maju Jalan.
3. Ke Balik kanan maju jalan.
1. Aba-aba disesuaikan
2. Pelaksanaan :

  • Aba-aba pelaksanaan jatuh pada waktu kaki kanan / kiri jatuh di tanah, di tambah satu langkah.
  • Melakukan gerakan-gerakan hadap kanan / kiri hadap serong kanan / kiri, balik kanan / kiri.
  • Gerakan selanjutnya, pada hitungan ke tiga kaki kanan / kiri tidak dirapatkan, tetapi dilangkahkan.

4. Ke Belok Kanan / Kiri

a. Aba-aba : ” Belok kanan / Kiri – JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Pada saat kaki kanan / kiri jatuh di tanah, ditambah satu langkah.
  • Penjuru depan merubah arah 900 ke kanan / kiri dan mulai jalan ke arah yang baru.
  • Anggota lainnya mengikuti.

Catatan :

5. Dua kali belok kanan / kiri

a. Aba-aba : ” Dua kali belok kanan / kiri – JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Pada saat kaki kanan / kiri jatuh di tanah, di tambah satu langkah.
  • Setelah dua langkah berjalan, kemudian melakukan gerakan belok kanan / kiri – jalan.

6. Tiap-tiap banjar dua kali belok kanan / kiri

a. Aba-aba : ” Tiap-tiap banjar dua kali belok kanan / kiri - JALAN”
b. Pelaksanaan :

  • Pada saat kaki kanan / kiri jatuh di tanah, di tambah satu langkah.
  • Setelah dua langkah berjalan, tiap-tiap banjar melakukan belok kanan / kiri, pada tempat dimana aba- aba di berikan.
  • Perubahan arah 1800.

N. Perubahan Arah Dari Berjalan ke Berhenti
1. Ke hadap kanan / kiri berhenti
2. Ke hadap serong kanan / kiri berhenti
3. Ke balik kanan berhenti

a. Aba-aba Hadap kanan / kiri – henti GERAK

  • Hadap serong kanan / kiri henti GERAK
  • Balik kanan henti – GERAK

b. Pelaksanaan :

  • Aba-aba pelaksanaan jatuh pada kaki kanan / kiri jatuh di tanah, di tambah satu tanah.
  • Melakukan hadap kanan / kiri, hadap serong kanan / kiri, balik kanan.
  • Pada hitungan ketiga, kaki kanan / kiri di rapatkan,kembali ke sikap sempurna.

O.Haluan Kanan / Kiri
Gerakan ini hanya dalam bentuk bersaf, guna merubah arah tanpa merubah bentuk.
1. Berhenti ke Berhenti
a. Aba-aba : ” Halauan Kanan / kiri – JALAN ”
b. Pelaksanaan :

  • Pada aba-aba pelaksanaan, penjuru kanan / kiri jalan di tempat,dengan merubah arah secara perlahan-lahan sampai 900.
  • Bersamaan dengan ini saf mulai maju, sambil meluruskan safnya, hingga merubah arah 900, kemudian berjalan di tempat.
  • Setelah penjuru kanan / kiri melihat safnya telah lurus, ia memberi isyarat ” LURUS ”.
  • Kemudian Komandan memberi aba-aba Henti – Gerak .

2. Berhenti ke Berjalan
a. Aba-aba : ” Haluan kanan / kiri maju – Jalan ”
b. Pelaksanaan :

  • Gerakan seperti tersebut di atas
  • Setelah aba-aba ” Maju – Jalan ” ,pasukan mulai berjalan.( aba-aba di berikan Komandan ).

3. Berjalan ke Berhenti
a. Aba-aba : ” Haluan kanan / kiri – jalan ”
b. Pelaksanaan :

  • Pada saat kaki kanan / kiri jatuh di tanah, di tambah satu langkah.
  • Setelah penjuru kanan/kiri melihat safnya telah lurus, ia memberi isyarat ”LURUS”.
  • Pelatih memberi aba-aba ” Henti – Jalan ”

4. Berjalan ke Berjalan
a. Aba-aba : ” Haluan kanan / kiri maju - Jalan ”
b. Pelaksanaan :

  • Pada saat kaki kanan / kiri jatuh di tanah, di tambah satu langkah.
  • Setelah penjuru kanan/kiri melihat safnya telah lurus, ia memberi isyarat ”LURUS”.
  • Pelatih memberi aba-aba ” Maju – Jalan ”
  • Seluruhnya melaksanakan berjalan.

P. Melintang Kanan / Kiri
Gerakan ini di lakukan dalam bentuk berbanjar, guna merubah bentuk pasukan menjadi bersaf dengan arah tetap.
1. Berhenti ke Berhenti
a. Aba-aba ” Melintang kanan / kiri – Jalan ”
b. Pelaksanaan :

  • Setelah aba-aba pelaksanaan, melakukan gerakan hadap kanan / kiri, kemudian barisan mebuat gerakan Haluan kiri / kanan.

2. Berhenti ke Berjalan
a. Aba-aba : Melintang kanan / kiri maju – Jalan ”
b. Pelaksanaan :

  • Setelah aba-aba pelaksanaan, melakukan gerakan hadap kanan / kiri kemudian barisan membuat gerakan haluan kanan / kiri.
  • Setelah beri aba-aba Maju – Jalan,barisan malakukan gerakan maju jalan.

3. Berjalan ke Berjalan
a. Aba-aba : ” Melintang Kanan / kiri Maju-Jalan ”
b. Pelaksanaan :

  • Setelah aba-aba pelaksanaan dan ditambah satu langkah barisan melakukan haluan kiri / kanan.
  • Setelah beri aba-aba Maju – Jalan,barisan malakukan gerakan maju jalan.

4. Berhenti ke Berhenti
a. aba-aba : ” Melintang kanan / kiri – Jalan ”
b. Pelaksanaan :

  • Setelah aba-aba pelaksanaan dan ditambah satu langkah barisan melakukan haluan kiri / kanan.
  • Setelah aba-aba Henti – Gerak, seluruhnya kembali ke sikap sempurna. 

  • sekian penjelasan tentang PBB yang sy kutip dan Pelajari,, smoga berguna bagi pengunjung...

    mohon maaf jika banyak kekurangan atw kekeliruan .

    jangn lupa add sy di FACEBOOK dengan cara klik disini